14
Okt
09

SISTEM PERLINDUNGAN PHK DI NEGARA SWISS

Sebagai informasi pada para pembaca blog di Indonesia bahwa sistem jaringan social di negara Swiss merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Mereka mampu tanpa proses yang berbelit-belit dapat membayar gaji pekerjanya yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dibandingkan dengan negara Indonesia secara kekayaan alam Swiss bukanlah apa-apa dan bukan tandingan Indonesia, tapi mengapa masih banyak rakyat yang menjerit dan terhimpit untuk sekedar mencari sesuap nasi dan secuil nafkah di negara sebesar dan sekaya Indonesia??? Sebagai bukti adalah ,berikut salah seorang warga Negara Indonesia yang sempat “menikmati” kecanggihan system tersebut di negara Swiss.

(KISAH INI DIAMBIL DARI pvc-asc.blogspot.com)
Masih belum hilang dari ingatan Hambali Fontana, saat dia kena PHK ditempatnya bekerja,Warga Negara asal Medan itu sempat gundah, namun perasaan tersebut segera sirna. Sebab, “Aku tetap dapat gaji dari Pemerintah (Swiss, Red)”,kisah pria 32 tahun yang beristrikan warga Swiss itu.

Gaji tersebut merupakan salah satu perlindungan yang diberikan RAV- semacam departemen tenaga kerja-kepada pekerja. Hambali sudah lima tahun bermukim di negeri arloji itu.

Dia masuk Swiss pada 2003, dan langsung bekerja sebagai koki disebuah rumah makan. Gajinya CHF (franc Swiss) 3.100 (sekitar 29,5 juta) per bulan. Pendapatannya itu dipotong CHF 130 (Rp.1,2 juta) per bulan untuk pajak dan asuransi. Pajak yang dibayarkan itulah yang menjadi perlindungan saat dia diberhentikan kerja.

Memasuki tahun ketiga bekerja, Hambali kena PHK. Pemerintah Swiss menganggap Hambali telah menyumbang kepada negara, sehingga berhak mendapat fasilitas negara.

Suami Lidya Fontana itu lantas melaporkan proses PHK ke kantor RAV. Dia membawa seluruh slip gaji yang menjelaskan telah membayar pajak dan asuransi. Tidak berbelit, setelah dinyatakan lengkap, Hambali langsung mendapatkan tunjangan PHK dari pemerintah sebesar gaji terakhirnya, CHF 3.100 (sekitar 29,5 juta) per bulan.

Gaji “buta” itu dia peroleh sampai mendapatkan pekerjaan baru dengan batas waktu selama 18 bulan. Bila deadline 18 bulan masih juga menganggur, tunjangan EAV diganti tunjangan sosial. Nilainya 80% dari gaji terakhir. Tunjangan itu berhenti setelah yang bersangkutan mendapat pekerjaan.

Selama menganggur Hambali tetap bisa beraktifitas dengan gaji yang diterima dari pemerintah. Gaji CHF 3.100 untuk ukuran Swiss merupakan gaji standar. Pemerintah memberlakukan gaji minimal seorang karyawan- semacam UMR dii Indonesia-sebesar CHF 3.000 (Rp.28,5 juta). Perusahaan yang memberi gaji dibawah itu, akan mendapatkan sanksi.

RAV tak hanya memberi tunjangan pengangguran. Lembaga yang mengurus sumber daya manusia di Swiss tersebut juga mencarikan pekerjaan buat para korban PHK. Pemerintah Swiss menciptakan system yang membuat RAV dan korban PHK sama-sama aktif.

Tiap minggu, RAV memberikan informasi lowongan kerja. Disisi lain, korban PHK juga harus aktif mencari pekerjaan. Seperti diceritakan Hambali, tiap minggu dia harus memberi progress report ke RAV, kemana saja dia mengajukan lamaran. “ Proses saya mencari lowongan di internet juga harus saya laporkan “, kisah pria yang sudah tujuh tahun menikah itu.
Pemerintah Swiss benar-benar total membantunya mencari pekerjaan. Karena bahasa Jerman Hambali masih kacau, dia mendapat kursus bahasa secara gratis selama satu tahun. Dengan berbahasa Jerman yang lancar akan mudah diserap pasar tenaga kerja.

Proses aktif mencari pekerjaan itu tidak membuat Hambali terlalu lama berpangku tangan. Tak lebih dari dua bulan dia sudah mendapat job baru. Dia diterima bekerja di sebuah restoran Jepang. “Walaupun saya digaji pemerintah Swiss tiap bulan, saya tak mau menganggur”, kata pria yang mendapat nama Fontana itu nama keluarga istrinya yang keturunan Italia.

Di restoran Jepang, Hambali hanya bertahan satu tahun lebih. Dia kini bekerja di Stemply AG, perusahaan milik pemerintah Swiss yang memproduksi perahu. Disini dia cukup betah dengan gaji CHF 3.600 (sekitar Rp.36 juta). Setahun dia membayar pajak dan asuransi lebih dari CHF 4.000.
Bagi dia, pajak sebesar itu tak jadi masalah. Sebab, yang diberikan seimbang dengan yang diperoleh. Manfaat pajak tak hanya saat menganggur, juga mendapat perlindungan kesehatan.

Seharusnya negara kita Indonesia mencontoh apa yang telah dilakukan oleh negara yang sekecil Swiss, Kami optimis Indonesia mampu dengan modal negara yang sangat besar dan potensi kekayaan alam yang terbentang dari sabang sampai merauke, tentunya kita bisa lebih memberikan sesuatu pada rakyat dari apa yang diberikan oleh Negara sekecil Swiss, tentunya jawabannya adalah itikad dan kemauan politik dari para pemegang kekuasaan untuk mau memakmurkan dan berbagi kesejahteraan pada seluruh lapisan rakyat, jangan hanya berkonsentrasi pada lapisan atas saja yang secara ekonomi mereka sangat mampu, kami berharap semoga negara sebesar dan sekaya Indonesia mampu mencontoh pada negara yang sekecil Swiss dalam mensejahterakan seluruh rakyatnya.

Seandainya Negara Sebesar dan Sekaya Raya Indonesia, mempunyai kebijakan yang sama dengan negara sekecil SWISS dalam melindungi rakyatnya dari jeratan PHK, dan susahnya mencari pekerjaan yang layak, alangkah indah dan damainya hidup di bumi Indonesia,…ohhhhh, (kapan yaaaa….), (negara sekecil Swiss saja mampu apalagi negara sebesar dan sekaya Indonesia yaaaa,….)

Mohon Masukan dan kritiknya

Sebar Info


0 Responses to “SISTEM PERLINDUNGAN PHK DI NEGARA SWISS”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: